Ini tulisan saya yang saya tulis di notes fb, dan saya masukin ke www.kompasiana.com/bellanissa

Tulisan ini berisi keirian saya dan kekesalan saya dengan teman-teman saya yang merasa cantik dan ideal lalu menghina2 orang lain.

Silakan dilihat…

________________________________________________________________

Perempuan memang makhluk yang paling istimewa. Mereka diberikan perasaan yang peka untuk mengimbangi seorang pria yang sering berpikiran dengan menggunakan logika. Perasaan mereka sensitif apabila melihat sesuatu yang yang tidak sesuai ataupun berbeda dengan mereka. Ada sebuah pepatah yang berkata bahwa, ‘Di balik lelaki hebat, ada seorang perempuan yang berdiri di belakangnya’ dan ada pula yang mengatakan, ‘Negara bisa hancur karena satu orang perempuan.’
Ya itulah kami, perempuan, yang memang terlalu istimewa.
___
Terlahir menjadi seorang perempuan memang tidak pernah kusangka sebelumnya. Tapi memang harus diakui, menjadi seorang perempuan itu sulit. Mungkin bila bertanya tentang tanggung jawab jauh lebih besar menjadi seorang laki-laki karena ketika mereka dewasa nanti mereka akan menafkahi sebuah keluarganya dan juga semua tingkah lakunya untuk dijaga.
Tapi bagi kami, seorang perempuan untuk mengurus seorang anak dan menjaga mereka agar menjadi generasi-generasi yang sesuai dengan keinginan kami merupakan tanggung jawab yang mungkin lebih sulit daripada sekedar mencari nafkah ke sana-sini. 
Aku memang belum menjadi seorang perempuan seutuhnya, karena aku sendiri memang belum pernah menikah, apalagi mempunyai anak. Namun, aku selalu mencoba untuk belajar menjadi seorang perempuan, mungkin dengan cara menjaga tutur kata yang akan diucapkan, menjaga sikap yang dilakukan, dan berhati-hati dalam segala perbuatan. Meskipun pada kenyataannya juga tidak terlalu benar, aku masih menjadi perempuan yang agak tomboy, yang nggak suka diatur, dan tidak bisa merawat diri.
___
Oke, ini merupakan sebuah curhatan tentang diriku sebagai seorang ‘perempuan yang belum sebenarnya menjadi perempuan’ atau istilahku sih ‘perempuan antara.’ Hahaha, jadi maksudnya perempuan bukan, laki-laki juga nggak. 😛
Merawat diri, bagi seorang perempuan memang seperti kewajiban, sama halnya seperti kita beribadah setiap hari kepada Tuhan.
“Jadi perempuan itu harus cantik,” begitu kata mereka. “Makanya kamu harus rajin merawat diri…”
Mendengar itu aku hanya *tepok jidat* menahan tawa saja. Kalau aku males mandi, tidak rajin merawat diri apakah aku bukan perempuan yang cantik?
Apa karena aku tidak bisa memasak, lalu aku bukan seorang perempuan?
Apakah kecantikan seseorang hanya dilihat dari fisik saja? tanpa melihat hati dan isi kepalanya?
___
Perempuan, memang harus dituntut menjadi sempurna. Apalagi media-media yang ada di sekitar kita juga membenarkan semuanya. Perempuan yang cantik itu adalah perempuan seputih susu, tinggi semapai, badan langsing, rambut belah tengah panjang, wajah tidak berjerawat, pakaian yang mengikuti lekuk tubuh, bawahan yang sependek mungkin, tidak lupa make-up ala artis Syahrini, dan sepatu yang setinggi mungkin. Inilah potret kehidupan perempuan kini, bukan?
Lalu bagaimana dengan kami? Perempuan yang tidak cantik? Perempuan yang mempunyai badan yang sama sekali tidak menyerupai model, kulit yang hitam legam karena sering berjemur dan pergi siang-siang, dan juga sama sekali tidak modis? Apakah kami menjadi tersisihkan?
Sering, sering sekali aku merasa minder dengan teman-temanku yang memiliki kriteria perempuan yang cantik itu, karena harus diakui aku sendiri memang ingin seperti mereka. Berbagai cara telah aku coba lakukan mulai dari diet, olahraga, dan banyak lagi. Aku hanya ingin sekali mempunyai bentuk tubuh yang ideal, setidaknya mencari baju dan celana pun tidak susah seperti sekarang.
___
Menjadi perempuan yang cantik memang menjadi semua impian setiap orang. Tapi kembali lagi Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, meskipun harkat dan martabat kita tetap sama di depan-Nya, tanpa memandang kecantikan sedikit saja.
Menurutku pribadi, perempuan yang cantik itu cenderung sombong. Mereka sering menghina perempuan-perempuan lain yang (menurut mereka) itu tidak seperti mereka, gendut, hitam, dan tidak menarik. Tapi apakah perempuan-perempuan cantik itu sadar bahwa kecantikan fisik tidak abadi karena dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. Lalu melihat kecantikan dari apa? Dari hatinyalah, karena itu lebih menarik dibandingkan dengan wajah yang jelita.
___
Untuk aku, kamu, dan kalian perempuan yang merasa tidak cantik, ayo kita kembali menapaki kehidupan. Hidup ini bukan hanya untuk mengurusi fisik semata, tapi ada banyak hal lain di luar sana yang harus kita urusi.
Jadi jangan merasa iri hati, minder, apalagi sampai bunuh diri, karena biar bagaimanapun juga Tuhan telah menciptakan kita, perempuan sebagai makhluk yang paling cantik meskipun dengan fisik yang sama sekali tidak menarik dan tidak sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s