Aku tidak tau dari mana datangnya para kupu-kupu itu sampai aku bisa merasakan sendiri keberadaan mereka di dalam perutku.

Menggelitik-gelitik perutku dengan kepakan demi kepakan sayap mereka yang terkadang menusuk dinding perut.

Sakit, tapi aku menikmatinya.

Bukankah itu sebenarnya aneh?

Tapi bagiku tidak begitu.

Dan kupu-kupu di dalam perutku itu baru mulai beraksi saat mereka melihat seorang di dekatku.

Orang itu adalah kamu.

Ya kamu, bukan orang lain.

Yang beberapa waktu ini membuat jantungku dag-dig-dug tak tentu saat menunggu kabar darimu.

Yang membuatku tertawa, kesal, dan melompat dalam waktu yang bersamaan.

Lucu sekali, kita seperti sepasang remaja yang sedang dimabuk asmara.

Kemana-mana selalu berdua, tidak mau terpisah, kecuali kalau ke kamar mandilah, tentu saja.

Kamu spontan, itu yang aku suka dan kupu-kupu itu semakin menggelitik saja.

Bolehkah aku memasukkan kupu-kupu di dalam toples, untuk kupersembahkan padamu?

____

 Bekasi, 5 November 2011

Untuk seseorang yang berhasil membuat kupu-kupu di dalam perutku bergejolak.

*terinspirasi dari lirik lagu Mocca – Butterflies in my tummy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s