Saya sering mendengar bahwa hidup adalah sebuah proses,

yang mungkin harus melalui tahapan-tahapan tertentu untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai.

Bila dapat diibaratkan, menurut saya hidup itu seperti seorang bayi yang sedang mengalami tumbuh kembang.

Saat dia lahir dia hanya bisa menangis mengekspresikan perasaannya, perlahan-lahan dia belajar tengkurap, mengangkat kepala, berbicara, berjalan, dan akhirnya dapat menjadi seorang anak yang begitu ceria karena dia sudah menjalani setiap prosesnya dengan baik.

Saya rasa saya juga sedang mengalami sebuah proses atau tahapan untuk melepaskan.

Melepaskan segala prasangka-prasangka negatif yang sering muncul dalam benak, dan menggantikannya dengan sugesti yang positif.

Termasuk melepaskan keinginan dan harapan yang sampai kapanpun tidak pernah terpenuhi,

MEMILIKIMU…

Kamu memang ada namun tidak tercipta… untuk saya.

Kamu memang nyata, namun sayangnya maya… perasaanmu.

Mungkin saya saja yang besar kepala bila mengartikan setiap perhatian-perhatian kecil yang kamu berikan itu adalah salah satu bentuk dari rasa suka, atau mungkin cinta.

Nyatanya saya memang salah menduga, karena mungkin itu hanyalah salah satu bentuk kamuflase agar kamu mendapat perhatian dan yang serupa.

Jadi saya akan berjalan mundur untuk pergi.. melepaskan segala rasa yang tertanam dalam diri saya,

Untukmu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s