Sebagai salah satu Mahasiswa Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika dan malah ngambil konsentrasi (penjurusan.red) Media, salah satu dari tugas wajib adalah bikin FILM pendek. Waktu semester kemaren sih juga udah bikin film pendek juga, cuma hasilnya jelek banget, karena dikerjain cuma berlima dan bertiga yang bener-bener ngebantu, termasuk aku. T__T Makanya filmnya nggak pernah mau aku masukin ke Youtube, atau di blog sekalipun. Biarkan itu menjadi suatu pelajaran hidup.

Semester ini ternyata disuruh bikin film lagi, dengan jumlah anggota yang lebih banyak dan beragam, 7 orang dengan 5 orang laki-laki. Jadi nggak terlalu khawatir sama kualitas filmnya. Hehehe…. Dan aku kembali didaulat jadi penulis naskah (ceilah) dan salah satu pemainnya.

Judul filmnya sendiri adalah The Promise. The Promise bercerita tentang dua orang sahabat, yang bernama Bella dan Ulil (disini pake nama sebenarnya) yang mendapatkan sebuah guncangan hebat dengan persahabatan mereka berdua. Bella yang memiliki seorang kakak laki-laki yang agak keras menyuruhnya untuk menjauhi Ulil karena kakaknya mencari tahu tentang kenyataan tentang Ulil yang tidak Bella tahui. Awalnya Bella tidak percaya begitu saja, apalagi hal itu juga pernah dialami oleh adik perempuannya. Namun, akhirnya Bella harus mengakui bahwa yang kakaknya katakan dulu benar adanya.

Dia begitu menyesal dan berharap bisa menghapus kenangan mereka berdua. Tapi akankah semudah itu melupakan seorang sahabat yang telah memberikanmu banyak senyuman yang tidak sanggup lagi kamu menghitung setiap detailnya?

___

Itu sedikit sinopsis cerita tentang film pendek yang kubuat bersama temanku yang lain. Tanggal 10-11 Mei kemarin adalah eksekusi filmnya sendiri. Bertempat di sebuah villa di daerah Parompong, syuting hari itu berhasil membawa kedekatan di antara anggota kelompok yang lainnya. Villanya sendiri sangat berarsitektur “Bali” banget, mulai dari bentuk bangunan, furniture, dan lukisan-lukisan yang ditempel di dinding. Sayangnya, foto villanya belum aku resize, jadi aku gak bisa pamer ke kalian gimana bagus dan indahnya villa yang kami sewa.

Daripada penasaran sama bentuk villanya, mending aku kasih sedikit foto-foto yang berhasil diambil selama syuting. *narsis

Aku dan Eka

Wanda yang lagi nyolong sound

Ini Rahmat dan Wanda yang mencoba ngatur posisi kamera

Disa (Adik perempuanku) dan Rizki (produser)

Adegan kami bertiga.

We Are Family πŸ˜€

Bingung sama cahaya matahari yang terik

___

Dari hasil syuting kemarin, aku banyak ngalamin banyak hal yang menarik seputar film. Misalnya, pembuatan film itu MAHAL… Apalagi harus nyewa properti kayak mic, lighting, dan sewa villa, atau nyari kostum kayak gini. Baju tidur yang aku pake selama syuting pun itu baju tidur baru yang dibeli sama Rizki tanpa bareng aku, makanya keliatan kekecilan kalo kalian udah nonton filmnya :’)

Terus yang namanya jadi pemain itu harus-banget-kudu-sabar karena dalam pengambilan gambar itu bisa dilakukan beberapa kali. Scene aku aja bisa diambil sampe 3 – 6 kali dan emang harus dituntut punya stamina yang kuat dan nggak boleh ngeluh. Maklum supaya hasilnya bagus kan harus benar-benar diperhatikan semua detailnya, nggak boleh sembarangan.

Buat film itu seru… meski repot. Bahkan aku pengen deh nerusin jadi kru film gitu misalnya jadi script writer kalo udah lulus kuliah. Amin…

Dan kemarin, pas kuliah, film ini diputar alhamdulillah mendapat sambutan dan respon yang baik dari dosen dan teman-teman kuliah. Cuma berhubung aku belum punya softcopy-nya, lagi-lagi aku harus minta maaf belum bisa aku perlihatkan pada kalian. :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s