Hai… Hallo… Aku mau berbagi sedikit pengalamanku tentang yang baru aku alami beberapa hari kemarin.

Hari senin, 21 Januari 2013 aku mendapat sebuah telepon dari nomor yang nggak dkenal, yang mengabarkan bahwa aku mendapatkan sebuah panggilan kerja di sebuah perusahaan dan harus datang besok dengan membawa CV, alat tulis, dan alat hitung. Oiya di telepon itu, seorang perempuan juga bilang kalau aku harus berpakaian formal dan menggunakan high heels.

Saat itu aku terbengong-bengong, masalahnya aku juga bingung karena aku nggak terlalu mendengar jelas nama perusahaan itu dan aku cuma masukin lamaran waktu di Job Fair aja, nggak (belum) ke tempat lain.

Awalnya aku seneng banget, karena aku dapet panggilan kerja mengingat sekarang statusku menjadi mahasiswa-tingkat-akhir-yang-lagi-ngerjain-skripsi. Siang itu juga, aku langsung meluncur ke King’s beli pakaian buat interview besok dan sepatu. Maklum, aku nggak punya rok dan sepatu hak tinggi. 😐

*

Besoknya, dengan dianterin oleh Adit aku pergi ke salah satu gedung yang terletak di Jl. Asia-Afrika yang ternyata deket dari rumah (bude) ku. Berbekal informasi yang aku dapet dari telepon kemaren, aku langsung masuk ke dalam gedung dan menuju ke Lantai 5 gedung itu.

Ternyata satu lantai itu disewa oleh sebuah perusahaan yang bahkan aku sendiri nggak pernah denger namanya (aku nggak akan menyebut nama perusahaan ini). Aku lalu menandatangani secarik kertas absen, menyerahkan CV-ku, dan memberikan SIM-ku kepada satpam yang berjaga di sana. Lalu seorang pekerja di kantor itu, menyuruhku masuk ke dalam ruangan yang baru diisi satu orang.

Aku duduk, menunggu yang lain sambil membaca buku yang aku bawa tanpa bertanya kepada laki-laki yang duduk di sebelahku sebenarnya perusahaan apa ini. Pikiranku, ‘nanti aku pasti juga tau sendiri.’

Jam 9, acara dimulai. Seorang laki-laki yang tadi menyuruhku masuk ke dalam ruangan memperkenalkan diri. Sebut saja namanya Pak J. Dia melanjutkan pengenalan tentang perusahaan dan bergerak di bidang apa. Dari situ aku tau, kalau perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa non perbankan, investasi emas dan (katanya) masih di bawah Departemen Perdagangan dan mungkin salah satu BUMN. *lupa

Bapak J mengoceh terus-menerus, hampir 3 jam dia bercerita tentang perusahaan ini dan kehidupannya. Awalnya aku sangat tertarik dan merasa beruntung karena bisa masuk ke dalam sini. Tapi ada hal yang membuatku cukup aneh, karena di sana semua pelamar diterima menjadi trainee untuk selanjutnya mendapatkan trainning selama 3 bulan sebelum menjadi karyawan. Tidak ada interview, atau kesepakatan tentang gaji. Aku berusaha berpikir positif, mungkin ini salah satu perekrutan hal baru. Apalagi Pak J sempat mengatakan bahwa perusahaan memang sedang ‘membutuhkan’ ratusan karyawan.

Lalu keanehan lainnya kembali muncul. Setiap orang yang datang, disuruh mengisi sebuah form pendaftaran dan KTP mereka di’ambil’ oleh Bapak J untuk membuat identitas sebagai calon karyawan. Hari Rabu, katanya, kami semua sudah menjadi calon karyawan di perusahaan itu dan masuk kerja secara umum. Masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore.

Untungnya, KTP-ku tidak ditahan, karena KTP-ku ada di Mama dan SIM yang aku pakai sebagai identitas tidak diambilnya, meski form pendaftaranku tetap diterima. Setelah mengisi form, dan KTP diambil itu, ternyata banyak yang mengundurkan diri, dan beberapa lainnya mengundurkan diri karena masih terikat kontrak oleh perusahaan lama.

Setelah mengisi form, aku dan beberapa orang mengerjakan tes psikotes. Di situ keanehan kembali terlihat, karena psikotestnya yang soalnya sangat aneh dan menurutku janggal. Tapi lagi-lagi aku berusaha berpikir positif aja. Jalanin aja dulu.

Iming-iming dari Bapak J cukup bagus, katanya kami mendapat asuransi kesehatan, dan selama training gaji yang dibayar dengan menggunakan Dollar. Dia juga sempat mengatakan bahwa betapa royalnya perusahaan ini terhadap karyawannya, sampai-sampai dia bercerita ada salah satu manajer perempuan (almrh.) yang bekerja di sana selama 8 tahun yang menamai anaknya dengan nama perusahaan itu meski diedit sedikit.

Aku teringat perkataan salah seorang dosenku, bahwa bila ada seorang karyawan yang bekerja selama beberapa tahun di sana, bisa jadi perusahaan itu memang punya citra yang baik.

*

Pulang dari sana, sudah pukul 1 siang. Merasa dekat dari rumah, dan kalau naik angkot harus berputar-putar, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja sambil terus berpikir pekerjaan apa yang akan kulakukan di sana.

Sampai di rumah, aku iseng mencari tahu tentang perusahaan itu di Google.

Hasilnya? Buruk dan mengecewakan sekali. Beberapa tulisan dan artikel dari portal berita menceritakan tentang keburukan perusahaan itu. Aku jadi pusing sendiri, mana yang harus kupercayai? Apalagi ternyata yang aku tau, ternyata pekerjaan yang akan aku jalani ini serupa sales yang mencari pelanggan, meski pekerjaan tidak mengetuk pintu dari rumah ke rumah.

Mamaku tidak bisa dihubungi, akhirnya aku meminta saran dari teman dan adikku, juga budeku. Saran mereka jelas cuma satu, “jangan diteruskan!”

Oke, akhirnya aku mengikuti mereka, dan membagikan pengalamanku lewat beberapa tweet. Ternyata ada seorang seniorku yang mengatakan bahwa kedok ini memang sudah lama, apalagi untuk perusahaan yang berbau kata ‘berjangka’ persis satu perusahaan yang merekrutku itu.

Malah, kata seniorku itu juga ada beberapa perusahaan yang meminta karyawannya yang membayar sejumlah uang untuk trainning. Mengerikan sekali.

Akhirnya, Rabu itu aku tidak datang ke kantor, dan mereka juga tidak menghubungiku.

*

Itu sedikit pengalamanku yang hampir saja terjebak oleh perusahaan yang tidak jelas. Saranku, jangan langsung percaya dengan telepon yang meminta kalian untuk interview meski kalian memang membutuhkan pekerjaan namun tidak pernah memasukkan lowongan di sana.

Dan juga sebelum memasukkan lowongan di beberapa perusahaan, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu tentang kredibilitas perusahaan itu.

Selamat berhati-hati dan mencari pekerjaan sesuai dengan passion kalian ya. 🙂

____

Bekasi, 24 Januari 2013

Advertisements

One thought on “Hati-hati embel-embel ‘mendapat pekerjaan’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s