Kata banyak orang, “Hiduplah untuk Bahagia…”

Tapi kalo ditanya sebenarnya bahagia itu sebenarnya apa sih? Apa ada tolak ukur kebahagiaan yang sama antar individu? Ada yang bisa menjawabnya?! :p

Saya pikir tidak ada yang benar-benar bisa mengukur tentang kebahagiaan seseorang, karna setiap orang itu memiliki kebahagiaan tersendiri. Misalnya saja, bagi para pekerja  bisa mencicil sebuah mobil atau rumah merupakan kebahagiaan mereka sendiri, tapi bagi yang lain dengan menabung sebagian uangnya juga merupakan kebahagiaan.

Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul The Geography of Bliss karangan seorang jurnalis Amerika bernama Eric Weiner yang menyambangi negara-negara di seluruh dunia yang menurut survey adalah negara dengan penduduk yang paling bahagia di dunia. Tapi rupanya, kebahagiaan yang ada di negara itu tidak seperti yang Eric pikirkan, karna memang setiap orang mempunyai tolak ukur kebahagiaannya sendiri.

Bila ada yang bertanya, apakah saya bahagia, mungkin saya akan menjawab,

“Ya, dan saya berusaha untuk terus merasa seperti itu…”

Sederhana saja, saya bahagia bila saya berhasil bisa menyelesaikan tulisan ini, bahagia bisa bermain dengan adik saya yang paling kecil, atau melakukan sesuatu hal yang kecil dan sepele namun itu menyenangkan bagi saya maka saya anggap itu sebagai sebuah kebahagiaan.

Saya berusaha bersyukur kepada Tuhan tentang segala hal yang sudah Dia berikan kepada saya, terutama setahun terakhir. Saya berhasil mewujudkan mimpi-mimpi saya satu per satu satu, saya mendapatkan seorang pengganti Papa yang (kata Mama) mirip dengan beliau, saya mempunyai saudara lagi (tapi tetap Teddy yang menjadi satu-satunya laki-laki), saya bertemu dengan orang baru, perjalanan baru, dan ah ya kalo disebutkan satu-satu mungkin kamu akan menganggap saya sombong.

Tapi terkadang sifat sombong seseorang itu bisa memacu kita untuk bisa melebihi dirinya.

Terlepas dari ketidakjelasan tulisan saya ini (iya ini dibuat untuk meng-update blog aja), saya menyarankan jadilah orang yang bahagia dengan cara kalian sendiri, tanpa berusaha untuk merugikan orang lain. 🙂

___

Bekasi, 9 Juni 2013

Advertisements

2 thoughts on “Tolak Ukur Kebahagiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s