Hore… Alhamdulillah salah satu wishlist di tahun ini tercentang satu lagi. Seperti yang terbaca dari judul di atas, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya setelah dilasik di Jakarta Eye Centre. Sebelum melangkah lebih jauh (ke pelaminan. Garing), saya cuma mau ngasih tau aja sih, ini bener-bener murni dari pengalaman saya, tanpa maksud menyinggung apa lagi jadi buzzer JEC lho. Jauh… Siapa lha saya ini. -_-

*

Saya mulai pake kacamata itu sekitar kelas 4 SD, karena saya cerita ke Mama tidak bisa melihat dengan jelas tulisan guru di papan tulis, padahal saya duduk nggak di belakang banget. Akhirnya saya diperiksa ke dokter mata, dan tau deh kalo mata saya minus dan silinder. Ha ha ha… Katanya sih, salah satu sumbernya juga berasal dari alm. Papa yang juga memakai kacamata. Kacamata saya dulu bentuknya bulat seperti kacamata Harry Potter dan pastinya jadi bahan ejekan teman-teman sekolah.

Semenjak itu, saya nggak bisa melepaskan diri dari kacamata. Saat bangun, benda yang pertama kali diambil ya kacamata. Begitupun pas mandi, pasti dicari kacamatanya. Bukannya apa-apa, penglihatan saya kabur kalau nggak pake kacamata dan yang ada saya cuma bisa meraba-raba tempat sambil menyipitkan mata yang sebenarnya sama sekali nggak membantu. Hingga… minus dan silinder saya pun bertambah jadi minus 6 silinder 1.75 di sebelah kanan, dan minus 3 silinder 1.0 di sebelah kiri. *silindernya lupa.

Saya pun bertekad untuk bisa melepas kacamata. Satu-satunya jalan adalah dengan lasik. Sebenarnya omongan lasik ini udah ada dari awal tahun ini, lalu ingin dilaksanakan setelah saya lulus. Tapi ya namanya jodoh, baru terealisasi sekarang. Sebelum memutuskan ke JEC pun, saya dan orangtua saya sempat ke-2 tempat yang memang melakukan prosedur lasik, seperti Klinik Mata Nusantara, dan I-care. Sayangnya, di KMN harus berakhir pada saat pemeriksaan pra-lasik, sedangkan di I-care, minus dan silinder saya pun tidak benar-benar bisa hilang, karena ketebalan kornea saya yang katanya sih tidak memungkinkan untuk dilasik.

Beberapa bulan berlalu, hingga kami pun ke JEC Menteng atas rekomendasi seorang teman yang sudah melakukan lasik di sana. Tidak sampai seminggu setelah melakukan pra-lasik, Jumat, 22/11 kemarin, kedua mata saya pun dilasik.

Sebelum lasik, saya yang ditemani mama diantarkan ke ruangan Lasik Centre. Ruangannya comfy banget.Saya sempat membaca novel dulu sembari menunggu prosesi lasiknya.

ini ruang tunggunya
ini ruang tunggunya

Menjelang detik-detik operasi, saya disuruh mengganti pakaian dengan jas operasi, menutup rambut dan diberitahukan hal-hal yang harus saya lakukan selama di ruang operasi. Sumpah, ini operasi pertama saya. Dibimbing (halah) oleh suster, saya pun masuk ke dalam ruang operasi yang dinginnya itu kayak di dalam kulkas. Di ruangan itu, ada 2 orang suster, serta dokter Made Susanti, dokter mata saya. Selama operasi, mata saya ditahan dengan menggunakan alat, tidak boleh bergerak, dan terus menatap lampu hijau yang saya lihat. Di dalam, saya ingin berteriak, tapi nggak bisa. Prosesnya sendiri sih cuma sebentar, nggak sampe 1 jam. Itu pun agak sedikit lama, karena mata kanan saya yang pecicilan. Huh.

Operasi selesai. Saya dipapah oleh suster ke luar ruangan dan kembali ke ruang tunggu. Tatapan pertama saya sangat jelas banget, bahkan kalau ditambah dengan kacamata. Hanya saja, keluar dari ruangan, mata saya terus-terusan berair, efek operasi dan diberi tetesan penghilang rasa sakit. Setelahnya, saya diberi semacam kacamata anti debu oleh si suster.

Abaikan saja mukanya
Abaikan saja mukanya

Setelah lasik pun, alhamdulillah saya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Bahkan saya sudah bisa bekerja, dan menuliskan pengalaman ini. Hihihi… Oh ya, soal biaya lasiknya sendiri sih cukup lumayan mahal, yang pasti saya belum sanggup kalo disuruh bayar sendiri. 😐 Cuma worth it lha dengan apa yang dicapai.

Sekarang saya sedang dalam masa penyembuhan. Saya pun belum tahu apakah mata saya sudah kembali normal apa belum, tapi pastinya penglihatan saya sangat lebih baik dibandingkan saat berkacamata.

Makanya buat teman-teman yang matanya normal, jaga baik yuk matanya. Lasik itu cuma salah satu tindak pencegahan apabila kalian sudah berminus tebal dan sudah tidak nyaman menggunakan kacamata.  🙂

Makasih buat dr. Made yang sudah membantu. Paling utama sih buat Mama dan Bapak yang sudah mewujudkan ini semua. Makasih banyak. 😀

__

Jakarta, 25 November 2013

Advertisements

21 thoughts on “Cerita Setelah Lasik

  1. Wah, 23 juta buat lasik masih harus aku kumpulin tiap sen-nya bel. Salah satu wish list. Tapi minusku gak sebanyak kmu bel, tapi tetep aja sih ngeganggu. Selamat melihat tanpa kacamata, bell.

  2. Lg browsing2 lasik… Tiba2 nyampe ke blog nya bella…ahaha :))
    Skrg kondisi matamu gmn bell? Normal2 aja or ada keluhan2? Mata berair or suka keliatan sinar2 macem halo kah?

  3. Hai, aku mau tanya.
    Aku juga minggu depan mau lasik di JEC, tapi pas pemeriksaan kok nggak dikasih tau ya ketebalan kornea ku berapa.

    kamu waktu itu dikasih tau nggak?
    makasih~

  4. 🙂 aku baru seminggu lasik di JEC MENTENG tepatny tggl 17 Juli 2014 🙂 Alhamdulillah gk ad efek apapun, sehari setelah oprasi bahkan beberapa jam setelah oprasi sudah jelas penglihatannya

  5. bella mau tanya dong..waktu di kmn kan ketebalan kornea km d blg ga ckup..waktu di jec gmn?? dkter bilang hal yg sama ga? terus dkter di jec bilang ga akan menyisakan minus brp after lasik?? krn stau aku kalo ketebalan kornea kurang ga akan bisa nol hasilnya..masih akan menyisakan minus brp gt..

    1. kalo di jec sih, bilang emang korneaku tipis cuma dengan teknologi yang mereka punya *katanya sih begitu* bisa diusahain kan sampe nol. cuma kemaren setelah tes, nyisain 0.2an deh nggak sampe satu. hehe nggak kayak di kmn waktu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s