Perjalanan #KelanaRasaMinang hari pertama, rupanya nggak diisi cuma makan-makan aja, lho. Tapi juga mengunjungi objek wisata yang ada di Sumatera Barat, salah satunya adalah Istana Pagaruyung.

Pagaruyung menyiratkan nama sebuah kerajaan Minangkabau yang pernah berkuasa di wilayah tengah Sumatera. Wilayah kekuasaan politik Pagaruyung merupakan wilayah yang budaya Minangkabaunya berkembang. Dahulu dikuasai oleh kerajaan Dharmasraya, kerajaan Malayapura yang diperintah oleh raja pertama bernama Adityavarman, keturunan Jawa-Minangkabau, Pagaruyung terletak di Tanah Datar, Sumatera Barat (sumber : Indonesia Travel)

Masuk ke dalam istana, harus melepas sepatu dan ‘menitipkannya’ kepada seorang penjaga, yang akan memberikan plastik supaya tidak tertukar. Ada imbalan seikhlasnya untuk menitipkan sepatu ini, ya.

Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung
Numpang nampang di depan istana *abaikan badan dan pipi yang semakin lebar*
Numpang nampang di depan istana *abaikan badan dan pipi yang semakin lebar*

Istana Pagaruyung yang saya datangi kemarin, ternyata ‘hanya’ berupa replika saja. Istana Pagaruyung yang sebenarnya sudah hancur pada tahun 1818 karena adanya konflik antara Inggris dan Prancis dalam perang Napoleon, di mana Inggris kembali berhasil menguasai pantai barat Sumatera Barat antara tahun 1795 sampai dengan tahun 1819 (sumber : Wikipedia)

Walaupun replika, tapi istana ini tetap terlihat megah dan sangat luas.

Lokasi istana pun juga bukan berada di sana, melainkan di sebuah bukit bernama bukit batu patah. Tempat itu sebenarnya merupakan tempat asli istana kerajaan yang disebut Istana Si Linduang Bulan. Di sini keturunan raja masih hidup dan melindungi tradisi, nilai, dan pasti artefak sejarah. Istana yang sekarang berada di pinggir jalan Tanjung Emas ini sebenarnya merupakan replika dari istana asli dan bernama Istana Basa Pagaruyung. (Sumber Indonesia Travel)

Simbol tiga nagari
Simbol tiga nagari
Atap Istana
Atap Istana Pagaruyung
Salah satu kamar di Istana Pagaruyung
Salah satu kamar di Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung terdiri dari tiga lantai, dengan 11 gonjong atau puncak atap setinggi 60 meter dengan atap dari ijuk. Dinding Istana penuh dengan ukiran khas Minangkabau, termasuk dua rumah tabuah, rangkiang patah sambilan.

Ukiran Khas Minangkabau
Ukiran Khas Minangkabau

Di dalam istana, terdapat banyak sekali ruang tidur. Sayangnya, pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk. Di situ juga ada tali pembatasnya. Jangan bandel buat masuk, ya.

Dilarang melewati
Lihat boleh, pegang jangan!

Kalau ke sana, siapkan kaki yang kuat dan stamina yang oke, ya. Karena muter-muter istana cukup capek dan melelahkan. Terlebih kalau ke sana ketika cuaca sedang panas-panasnya, seperti yang saya rasakan kemarin. :’)

Tapi tenang aja, ketika kaki merasa pegal, atau badan terasa tidak enak, ada juga yang menjajakan jasa sebagai tukang pijat ditambah juga menjual minyak pijatnya untuk oleh-oleh maupun dipakai untuk pijak. Tukang pijatnya ada di dalam istana bagian belakang. Serius.

Di lantai satu, kalian akan melihat beberapa koleksi istana yang tersiksa. Karena Istana Basa Pagaruyung hampir rata dengan tanah akibat kebakaran yang terjadi pada tanggal 27 Februari 2007 yang diakibatkan oleh angin tropis monsoon. Angin tersebut begitu kuat menghantam istana dan petir menyambar bagian tanduk istana tersebut.

Seketika, menurut saksi, istana terbakar, ketika angin monsoon berhenti. Angin menerpa puing-puing yang menyala tidak ada satu pun orang bahkan pemadam kebakaran berani mendekat ke area istana tersebut. Api melahap semuanya termasuk lumbung padi yang berdiri sekitar 80 meter dari istana. Jadi hanya beberapa benda yang bisa diselamatkan dan dijadikan pajangan di dalam istana.

SAM_0508
Keterangan koleksi
koleksi lain
Replika bendera lilipan

Selain itu, saking rawan terbakarnya tempat ini, sampai ada himbauan untuk tidak merokok di dalam area. Untung pada bagian ini, tidak ada yang melanggarnya.

SAM_0518

*

Sedangkan di lantai 2, lebih banyak hal yang bisa dieksplorasi. Ada banyak cermin juga, yang menjadi lokasi favorit untuk selfie.

Atap lantai 2
Atap lantai 2

Selain itu ada pemandangan luar biasa dari balik jendela lantai 2 (kalau saya tidak salah) :

Pemandangan cantik dari lantai dua
Pemandangan cantik dari lantai dua
Lumbung padi
Lumbung padi

Sedangkan di lantai 3, tidak terlalu banyak koleksi. Hanya ada kursi dan simbol Tanah Datar saja.

SAM_0535
Tanah Datar
SAM_0534
Cuma foto keterangannya doang. Hahaha… -_-
Saya suka sekali melihat detil ukirannya
Saya suka sekali melihat detil ukirannya

Waktu kami datang ke sana, tempat ini cukup ramai dikunjungi oleh turis-turis domestik, yang menghabiskan waktu liburan mereka. Saking ramainya di sana, suasananya jadi tidak kondusif. Terlebih dengan banyaknya pengunjung yang mengabaikan larangan untuk tidak makan dan minum di seputar area, serta petugasnya yang diam saja.

Aturan yang dilanggar
Aturan yang dilanggar

Saya agak sebel sih. Telebih banyak juga dari pengunjung yang tidak menghargai nilai-nilai yang ada di dalam istana. Ada yang datang hanya sekadar untuk berfoto tanpa membaca koleksi-koleksi yang ada.

Sayangnya juga, tidak ada pemandu ataupun hal-hal yang bisa dijadikan petunjuk bagaimana asal-mula istana ini, untuk apa sebelumnya, dan keterangan pendukung lain.

*

Di istana ini juga disewakan baju adat minang bagi pengunjung yang ingin mengabadikannya. Ada juga jasa fotografer yang berkeliaran di sekitar area menawarkan jasa mereka.

Menyewakan pakaian adat Minangkabau
Menyewakan pakaian adat Minangkabau
Manekin aja sepasang, mlo. :|
Manekin aja sepasang, mlo. 😐
Tempat penyewaan di bawah area rumah gadang
Tempat penyewaan di bawah area rumah gadang

Gimana? Tertarik untuk datang ke Sumatera Barat? 🙂

Advertisements

2 thoughts on “#KelanaRasaMinang (3) : Istana Pagaruyung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s