Kita hidup di mana angka selalu menjadi patokannya. Angka besar atau angka tertinggi bisa menjadi yang terbaik.

Misalnya, anak dengan peringkat pertama selalu dikategorikan sebagai anak pintar dibandingkan dengan anak yang berada di peringkat kedua dan seterusnya.

Atau harga mahal selalu dianggap memiliki kualitas yang bagus dibandingkan harga murah.

Bisa juga status sosial seseorang bisa dilihat dari berapa banyaknya kendaraan; mobil maupun motor, berapa luas tanahnya, berapa jumlah tabungannya, dan barang branded apa yang dipakai.

Ya, angka adalah ilusi.

Begitupun trafic blog bagi seorang blogger. Semakin tinggi trafic-nya dan semakin banyak yang membagikan tulisannya, dianggap sebagai sesuatu yang keren dan bisa mendapat banyak keistimewaan. Diundang di berbagai acara blogger, bertemu dengan blogger-blogger lainnya, lalu mencap dirinya sebagai blogger kawakan. Padahal dia menekuninya juga bisa dalam hitungan bulan, belum sampai puluhan tahun.

Tidak seperti dulu cap ‘profesional’ disematkan kepada orang-orang yang sudah menekuri bidang yang mereka sukai dalam kurun waktu yang panjang, saat ini ‘profesional’ bisa disematkan kepada siapa saja.

Saya tidak menyindir seseorang ataupun pihak tertentu, serius. Saya hanya melihat fenomena yang terjadi sekarang ini di sosial media.

Bahkan itu juga yang melanda pada saya.

Entah sejak kapan, saya menganggap trafic blog sebagai sesuatu yang penting sekali. Walaupun tidak meng-update tulisan apapun di sini, saya selalu menyempatkan untuk melihat berapa viewers tiap harinya.

Kalau trafic blog tinggi dalam hari itu, saya akan senang sekali. Begitupun saat sedang begitu rendah, saya sedih dan berpikir, ‘Kok bisa rendah gini sih? Apa gue udah lama nggak nulis?’

Gitu…

Lucu, ya? Padahal awalnya saya membuat blog ini hanya untuk bersenang-senang. Malahsn sebenarnya untuk mempromosikan buku saya yang diterbitkan melalui Nulisbuku. Lama-kelamaan tulisan blog ini jadi berkembang. Berbagai macam hal saya tulis di sini, campur aduk kayak gado-gado.

Lama-kelamaan saya berpikir bahwa saya harus mengingat kembali tujuan awal saya membuat blog : untuk bersenang-senang. Bukan untuk mengejar trafic apalagi sampai menjadi terkenal. Mungkin saya belum bisa menjadi seorang blogger yang baik, atau saya belum bisa memanfaatkan blog sebagai salah satu cara personal branding, tapi, ya sudah. Saya rasa, saya ingin menulis saja! 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Tak Usah Terpaku Pada Angka, Menulislah Saja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s