Kekerasan bisa dialami oleh siapa saja. Tidak memandang gender, maupun tidak memandang usia. Bahkan pada saat pacaran pun, seseorang tidak bisa terlepas dari kekerasan oleh kekasih mereka. Begitulah yang saya rasakan dan saat mendengar cerita teman-teman. Memang tidak ada teman saya secara langsung ‘kekerasan’ yang sering dianggap sebagai bentuk pemukulan, pemaksaan, dan berbagai tindakan fisik lain.

Ternyata, setelah saya membaca artikel ini, kekerasan ada banyak sekali bentuknya. Seperti ini kutipan artikelnya :

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mengatakan, kekerasan dalam pacaran terjadi karena cinta masih dianggap sebagai kepemilikan dalam budaya Indonesia. Selain itu, banyak orang Indonesia yang tidak sadar akan hak-hak hukum dan pribadi mereka.

Hal-hal sederhana seperti privasi, misalnya, dianggap remeh. Banyak orang Indonesia tidak menganggap pengecekan secara diam-diam atas telepon atau surat elektronik pacar atau peretasan akun Facebook mereka sebagai bentuk kekerasan.

Cemburu ekstrem, posesif dan rasa tidak aman dianggap sebagai ekspresi cinta. Merendahkan pacar atau mempermalukannya di depan umum tidak dilihat sebagai bentuk penyiksaan, demikian juga mengisolasi pasangan dari keluarga atau teman-temannya.

Kutipan lain yang menarik adalah ini :

Seringkali para korban tidak dapat membedakan antara perilaku romantis dan posesif.

Lalu saya hanya bisa tersenyum, karena secara tidak sadar saya pernah mengalami kekerasan dengan kekasih saya, dalam bentuk privasi. Beruntung sekarang saya sendiri, jadi setidaknya bisa bebas dari tindak kekerasan saat pacaran. *sempat lho promo

Teman-teman saya pun ternyata banyak juga yang mengalaminya. Yang saya tidak habis pikir adalah mereka (teman-teman saya kebetulan pihak perempuan) selalu mengabarkan kepada kekasih mereka setiap waktu. Pakaian yang mereka pakai saat kerja, mengirimkan foto selfie, sampai harus memberi kabar sedang apa, di mana, lagi ngapain kalau kebetulan magabut. Pokoknya pacar harus tahu SEMUA-MUANYA!!!

Gila, saya pikir. Seumur-umur saya pacaran, beruntung mantan pacar tidak pernah seposesif itu. Menanyakan kabar masing-masing sewajarnya, berantem sewajarnya, bertemu sewajarnya, semua biasa saja. Tidak ada yang mengekang dan membebaskan bila saya ingin menyendiri tanpa mau diganggu olehnya. Walaupun ujung-ujungnya,, saya juga yang bilang kangen lalu mau ketemu. *murree

Benar memang, cinta itu membutakan.

Membutakan semuanya. Bahkan hubungan dengan orangtua pun tidak akan seintim saat berhubungan dengan sang kekasih. Tentu kekasih yang pertama kali lebih tahu, dibandingkan orangtua sendiri. Itu sih pengalaman saya. 😀

Padahal kekasih belum tentu akan menjadi pasangan hidup. Ya, kalau memang dia berniat serius, alhamdulillah. Tapi ingat selalu, bahwa perasaan seseorang itu bisa berubah-ubah. Orang yang menikah saja bisa bercerai, bagaimana yang baru berkomitmen pacaran? No offense, ya.

Makanya tetap berpikir waras itu penting. Penting banget. Jangan sampai terjerumus dengan hal yang tidak-tidak, lalu menyesal di kemudian hari. Ingat, sekali terjadi tidak akan bisa diubah lagi. Bila kalian mengerti maksud saya. 🙂

Daripada panjang lebar, ini ada infografik tentang 10 tanda pacar kamu melakukan kekerasan :

Sumber : Magdalene.co

Pacar kamu punya salah satu tandanya? Kamu mau putus, tapi udah terlanjur cinta? Mending pikir ulang lagi. *ditoyor

Semua kembali lagi pada pilihanmu sendiri. Saya rasa semua orang pun menginginkan yang terbaik bagi hidup mereka, termasuk saat memilih pasangan.

Advertisements

4 thoughts on “Ngaku Cinta Sih, Tapi Kok Begini?

  1. Halooo Kakk,

    Kenalin, aku Elwi, asisten kampanye Divisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan. Tulisannya baguss! Memang jadi tantangan sendiri utk meyakinkan korban kekerasan dalam pacaran bahwa mereka sedang terjebak dalam siklus kekerasan. Kebanyakan menyangkal dan hidup dalam delusi kekuatan cinta yg mereka buat sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s