Dulu, salah satu dosen entrepreneurship saya, Bu Ratna, pernah bertanya, “Siapa di sini yang sudah memiliki paspor?”

Dari sekitar 30 orang yang ada di kelas, hanya beberapa orang yang mengangkat tangannya, yang berarti hanya sedikit dari kami yang memiliki paspor. Pertanyaan Bu Ratna itu rupanya merujuk pada pertanyaan Pak Rhenald Kasali tentang paspor, seperti di bawah ini :

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport.

Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal. (lanjutannya bisa dibaca di sini).

Hal itu pula yang selalu mengawang-awang dalam pundak saya, SAYA HARUS SEGERA PUNYA PASPOR! Apalagi Mama dan adek saya jauh lebih dulu pergi melancong ke luar negeri, sedangkan saya masih ‘nyaman’ menjadi pelancong lokal.

Sebenarnya saya juga sudah lama ingin punya paspor sendiri, tapi percuma saja kalau ingin tanpa disertai dengan action. Karena saya tersangkut manusebuah prosedur, di mana nama pada KTP saya berbeda pada nama di Akte Kelahiran serta Kartu Keluarga. Alhasil, pembuatan paspor itu tertunda sekian lama.

*

Membuat Passpor Online

Dari beberapa cerita teman, juga artikel yang saya baca, pembuatan paspor dapat dilakukan secara online melalui website Imigrasi RI. Sayangnya, waktu itu rupanya untuk mengurus paspor secara online pun harus menyertakan hasil scan identitas pribadi seperti KTP, ijazah, KK, dan akte kelahiran. Repot cyiiinnn…

Lalu saya buka kembali website Imigrasi, iseng sekaligus mencari tahu tentang aturan scan itu. Eh, rupanya sekarang udah nggak ada lho. Jadi tinggal memilih online service -> layanan paspor online saja.

passpor-1
Pilih yang di sebelah kiri
passpor-2
Pilih pra permohonan personal, ya
passpor-3
Tinggal diisi saja

Data diri yang perlu diisi cuma no.KTP saja, tanpa perlu scan identitas lain yang segambreng itu. Oiya, pada syarat nomor 2 dan nomor 3, nanti akan ada pesan yang masuk ke e-mail mu untuk konfirmasi. Jadi pastiin e-mail mu aktif.

bentuk emailnya seperti ini
bentuk emailnya seperti ini

Untuk pembayarannya dilakukan di teller BNI terdekat dan sebagai informasi, jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 360.000,00 karena ada charge sebesar Rp 5.000,00. Bukti ini kudu disimpan baik-baik, karena sebagai bukti saat di imigrasinya nanti.

Setelah beres pembayaran dan tetek bengeknya, sampailah pada konfirmasi kedatangan. Nah, kamu bisa menyesuaikan tanggal dan waktunya, serta memilih sendiri di kantor imigrasi mana yang akan kamu datangi. Tenang, ini tidak terpaku pada tempat tinggal kok. Sudah? Sekarang tinggal tunggu hari kedatangan saja deh.

*

Datang ke Imigrasi Bekasi

Sebagai warga Bekasi, saya pun datang ke kantor imigrasi kelas III Bekasi dengan mengambil cuti sehari dari kantor. Karena bayangan saya mengurus paspor itu akan menghabiskan waktu seharian penuh dan melelahkan kalau harus ke kantor lagi. *bilang aja males*

Kantor Imigrasi Bekasi
Kantor Imigrasi Bekasi
wpid-p_20150706_081844.jpg
Pintu masuk
wpid-p_20150706_081837.jpg
Lapangan parkir kantor imigrasi
wpid-p_20150706_081853.jpg
jalan untuk disabilitas

Sampai di kantor imigrasi, saya ke customer service dulu, memeriksakan berkas-berkas yang saya bawa. Sebagai antisipasi saya membawa semua data diri saya, dari mulai KTP, KK, ijazah kuliah, dan akte kelahiran yang asli serta yang sudah difotokopi. Selain itu, untuk fotokopi KTP harus diperbesar seukuran A4 dan jangan lupa membawa materai 6000. Kalau kamu lupa, di dekat kantor imigrasi ada sebuah tempat fotokopian kok. Perbesar KTP dan beli materai harganya Rp 9.000,00.

wpid-p_20150706_075807.jpg
Bagian customer service

Waktu saya datang, saya dilayani oleh ibu-ibu yang agak jutek. Ketika dia tahu kalau dalam berkas saya tidak terlampir tanggal tujuan saya datang ke imigrasi, sikapnya semakin sinis. Lha, padahal saya udah mengkonfirmasi kedatangan pada tanggal 1 Juli hingga saya tunjukkan saja email yang saya dapat. Untunglah dia menerimanya. Pft…

Akhirnya dia memberikan selembar kertas dan menyuruh saya untuk mengisinya. Selesai diisi, saya langsung memberikan berkas saya dan diperiksalah kelengkapannya. Sikap ibu itu mulai melunak, ketika dia tahu bahwa saya lulusan IM Telkom. Rupanya, anaknya pun juga kuliah di sana, tapi jurusannya berbeda. :))

Saya pun diberikan map kuning dan sebuah nomor urut untuk nanti dipanggil ketika wawancara di ruang berbeda.

Nunggu panggilan dari layar ini
Nunggu panggilan dari layar ini

Oiya ada pemisahan kasta antara yang membuat paspor online dengan yang manual. Halah. Dari segi kursi, tentu lebih banyak untuk yang manual. Pada saat penyebutan nomor panggilan untuk paspor manual ditandai dengan huruf A di awal, sementara untuk paspor online diawali dengan huruf B.

Setelah menunggu beberapa menit, nama saya pun dipanggil ke ruangan khusus wawancara. Di sana saya ditanya alasan saya membuat paspor. Pengin sih nyeletuk, KEPPOOO… tapi yang ada permohonan saya tidak diproses. -_-

Saya jawab saja, saya ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Bahahahaha… Aamiin…

Terus sehabis diwawancara, saya bergeser ke meja lain, di mana proses foto dan pengambilan 10 sidik jari tangan. Tidak seperti foto SIM saya yang kelihatan lusuh banget, foto di paspor keliatan lebih kece lha. Selesai foto, saya kembali lagi ke meja wawancara, ditanya tentang kelengkapan dan kebenaran identitas yang sudah ditulis, lalu pada bukti pembayaran dari BNI itu dicap kapan pengambilan paspornya.

Kata Mama saya, untuk mempermudah, kalau bisa untuk nama lengkap terdiri dari 3 kata. Terlebih kalau kamu umroh, karena untuk keperluan migrasi di sana. Maka minta petugas untuk melengkapinya, ya.

*

Mengambil Paspor

Yes, i've got my passport
Yes, i’ve got my passport

Saya melakukan permohonan paspor pada tanggal 1 Juli dan paspornya sudah jadi pada tanggal 5 Juli. Untuk mengambilnya, jangan lupa membawa serta KTP sebagai bukti.

*

Tips

1. Sebelum datang ke imigrasi, pastikan bawa saja semua keperluan dan identitas yang dimiliki. Kalau kamu sudah menikah, jangan lupa lampirkan juga surat pernikahannya.

2. Datang ke imigrasi lebih pagi. Pelayanan imigrasi memang dibuka pukul 8 pagi, tapi orang-orang sudah datang sebelum itu supaya berkas mereka cepat dipanggil.

3. Lebih gampang dan mempersingkat waktu kalau membuat paspor online ketimbang manual.

4. Ambil paspor pun juga bisa diwakili orang lain asalkan disertai surat kuasa bermaterai, atau nama orang tersebut masih dalam satu KK.

Sudah begitu saja. Semoga informasi ini bermanfaat. 🙂

Advertisements

31 thoughts on “Mudahnya Ngurus Paspor di Imigrasi Bekasi

  1. “Akhirnya dia memberikan selembar kertas dan menyuruh saya untuk mengisinya. Selesai diisi, saya langsung memberikan berkas saya dan diperiksalah kelengkapannya”
    berkasnya apa saja yang harus di bawa pada saat datang? thanks ya bu

      1. Kakak lulusan IM Telkom? aku lagi kuliah di Telkom university, sekarang udah bukan IM telkom lagi :p aku anak ikom wkwk, ga nyangka ternyata lagi cari info passport bisa nemu alumni IM telkom wkwk

  2. Waaah, terima kasih atas infonya. Kebetulan mampir karena lagi cari-cari ttg paspor online nih, makasih ya udah sharing
    Oiya, mengenai nama (kalau bisa untuk nama lengkap terdiri dari 3 kata. Terlebih kalau kamu umroh, karena untuk keperluan migrasi di sana. Maka minta petugas untuk melengkapinya), kalau nama kita hanya 2 kata, ditambah nama keluarga/orangtua kah, walau di ktp dan akte kelahiran tdk tercantum? Terima kasih sebelumnya

  3. Hallo mba mau tanya pembuatan paspor online benar tidak bs berbulan2?? Mbany dtg tgl 1 juli itu bikin onlinenya tgl brpa?

  4. Haii, itu pengalaman buat paspor via online ya? Kalau untuk manual yang langsung dtg ke Kanim Bekasi apakah berbeda jauh dari proses yg online?

  5. izin bertanya, apakah harus melampirkan ijazah? karena saya kan lulusan kedinasan dan ijazah msh dipegang oleh perguruan tinggi kedinasan tsb, apakah bs diganti dengan surat keterangan lulus? terima kasih.

  6. izin bertanya, apakah bisa ijazah diganti dengan surat keterangan lulus, krn ijazah saya msh dipegang oleh Perguruan Tinggi Kedinasan. Terima Kasih

  7. mau tanya mba, kalo nama di KTP dana Akte beda jadinya gimana ya? di akte dan ijasah ga ada nama keluarga, sementara di KTP pake nama keluarga 😦

  8. kalau saat pengambilan, harus datang pagi2 sekali gak, seperti pada saat pembuatan untuk mendapatkan no.antrian, berapa jam kira yg dibutuhkan untuk pengambilan passport? mohon info nya. tks

  9. Di sinisin gara2 ga dilampirin tanggal kedatangan maksudnya apa ya? Emang dokumen apa yg ada tanggal kedatangannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s