Saya masih ingat, dulu ketika menginjak kelas 5 SD adalah momen yang tidak bisa saya lupakan. Karena pada saat itu, orangtua saya membelikan saya sebuah handphone merek Nokia, tipe 5210.

Warna HP nya orange ngejreng. Masih pake keypad belum touchscreen, layarnya juga masih monokrom, dan ringtone-nya masih yang standar banget. Hahaha… #ketauanumur

Di tahun 2000-an dulu, memang merek HP yang terkenal adalah Nokia. Blackberry, Iphone, dan ponsel berbasis Android belum ada dan belum sengetren sekarang. Setelah punya Handphone sendiri, tentu saya harus punya nomor handphone juga, kan? Nah, waktu itu pilihan saya jatuh pada nomor XL yang dulu namanya masih Pro XL. Itu juga masih 10 nomor dan bisa dibilang nomor cantik banget.

Saya biasa menggunakan nomor XL saya untuk mengirim pesan ke teman-teman saya (yang waktu itu belum banyak yang memiliki HP), menghubungi keluarga, dan menelepon orangtua untuk minta dijemput dari sekolah. Dan yang pasti pulsa setiap bulan selalu diisikan oleh orangtua saya. Hahaha…

Saya memakai nomor XL itu sampai SMP, yang kemudian digantikan oleh provider lain karena HP saya sempat hilang dicuri orang. Huhuhu… sedih banget.

Beberapa kali juga saya sempat ganti nomor, sampai pilihan saya jatuh kembali pada XL. Entahlah, rasanya ada yang aneh ketika saya tidak menggunakan nomor XL. Mungkin saya sudah jatuh cinta pada XL sejak dulu. Tsailah….

Menjelang kuliah, saya diberikan sebuah nomor XL dari teman saya yang tidak dipakainya lagi. Dan sampai sekarang nomor itulah yang menjadi nomor utama dan satu-satunya yang saya miliki. Tak terasa, sudah kurang lebih 6 tahun saya menggunakan nomor XL yang ini.

Walaupun HP saya sempat hilang (lagi), saya tidak segan-segan untuk mengurus simcard baru di gerai XL. Bahkan saya langsung bisa mengurusnya setelah beberapa jam hilang karena ada gerai XL yang buka sampai malam. Pelayanannya ramah sekali dan saya sangat terbantu karena saya tidak harus memiliki nomor baru dan yang pasti pulsa dan paket saya tidak hilang begitu saja.

Jadi, saya pun masih bisa menghubungi kontak teman-teman saya tanpa harus mengabarkan bahwa saya ganti nomor. 🙂

Hari ini, saya baru tahu kalau XL sudah berumur 19 tahun. Kalau diibaratkan seperti manusia, berarti XL sudah masuk usia remaja. Saya akui sudah banyak yang berubah dan berkembang dari XL sejak awal saya menggunakan XL waktu SD itu. Hehehe… Ya, salah satunya adalah perubahan nama dari Pro XL menjadi XL Axiata.

Media sosial XL juga bagus dan informatif dalam hal mempromosikan produk XL. Ranger-rangernya juga keren-keren pokoknya. Sangat baik sekali.

Selain itu, jaringan XL semakin ke sini semakin stabil. Paketnya juga masih bisa terjangkau. Tidak semahal dulu dengan banyaknya promo-promo menelpon dan SMS juga sangat membantu saya dalam menjangkau keluarga. Meski di rumah saya masih sedikit kesulitan untuk terkoneksi.

Apalagi, dengan adanya logo baru dari XL  dan adanya Real Mobile 4G LTE pada kartu XL semoga menjadi komitmen untuk berubah menjadi yang lebih baik.

Harapan saya, Semakin banyak mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Semoga semakin banyak juga inovasi yang lahir dari tangan-tangan kreatif di baliknya.

Saya tidak bisa berpindah ke lain hati, karena sudah kadung jatuh cinta sama XL deh.

XL-Xlalu di Hati dan Xlalu dinanti.

CQwod_sUkAEnDKB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s