Kapan terakhir kamu ‘piknik’? Saya, bulan Oktober lalu. Itu juga tidak jauh-jauh, hanya ke Cianjur dan hanya trip satu hari. Dalam trip kali ini, saya menggunakan pakai jasa open trip dari @tukang_jalan dan ditemani oleh Mput sebagai rekan perjalanan. Tsah…

Berbeda dari trip dari Tukang Jalan yang pernah saya ikuti sebelumnya, trip kali ini menggunakan elf bukan bus pariwisata begitu. *ngarepnya sih*

Walau waktu berangkat agak molor dari yang sudah ditetapkan, tapi perjalanan alhamdulillah lancar-lancar saja. Eh, nggak tau juga sih, soalnya sepanjang jalan saya tidur dan tahu-tahu sudah sampai saja. Hahaha…

Ketika sampai, kami disambut oleh gerbang seperti ini…

wpid-p_20151018_144115.jpg

Buat yang belum tahu, Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat, tepatnya di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempakan, serta Kabupaten Cianjur. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.(sumber : Wikipedia).

Untuk mencapai lokasi situs, para pengunjung harus menempuh perjalanan dengan menggunakan tangga yang jumlahnya ratusan. Mirip sekali kalau mau mengunjungi Kampung Naga maupun Tawamangu. Buat yang males jalan, di sana pun juga ada opang – ojek pangkalan yang siap mengantarkan pulang-pergi dari meeting point ke situs. Biayanya sekitar 35 ribu – 50 ribu.

Nah, berhubung saya dan Mput lagi males jalan, lagipula cuaca sedang terik sekali, akhirnya kami menggunakan jasa ojek. Seperti opang pada umumnya, di sana pun juga ada seorang ‘ketua regu’ yang menentukan siapa yang membawa penumpang dengan kertas kecil bekas sekotak bungkus rokok (kalau saya tidak salah lihat, ya) dan pulpen, kemudian mencoret nama si supir. Saya suka sekali melihatnya…

Ternyata, naik ojek pun juga memacu adrenalin karena medan yang ditempuh cukup membuat getir. Jalannya kecil, terjal, jalurnya menanjak-menurun, dan agak curam. Dalam hati saya membatin, semoga tukang ojeknya sabar membawa saya. :’)

Di jalan pun, saya sempat berpapasan dengan salah satu peserta perempuan yang berbadan sedikit tambun dan akhirnya dia berjalan duluan karena motor tidak kuat menanjak. Duh…

Kurang lebih selama 25 menit, akhirnya kami tiba di Situs Gunung Padang. Alangkah terkejutnya saya – juga Mput – karena tempatnya raaammmeeee banget. Ini situs apa mall coba? 😐

Bener lho ramenya nggak kira-kira, sampai saya sendiri berpikir, orang-orang yang datang ke sini karena penasaran sama sejarah situs, apa cuma buat ‘kekinian’? Karena destinasi Gunung Padang sedang hype banget. Ya, bayangkan saja, dulu pengunjungnya tidak sampai 1000 setiap bulan, nah sekarang bisa mencapai 10000 kunjungan.

wpid-p_20151018_130744.jpg
Itu salah satu buktinya
wpid-p_20151018_130941.jpg
Foto-foto pemandangan dulu
wpid-p_20151018_130837.jpg
Orangnya masih banyak lagi, cyin…

Nah, seperti tempat pariwisata yang sedang ‘naik daun’ tapi nggak disertai edukasi yang baik, saya mendengar cerita bahwa ada banyak batu-batu situs yang rusak karena kunjungan tersebut. Mereka seakan tidak menyadari perlakuan mereka terhadap situs sejarah yang nggak dibangun sekejap mata, dan belum tentu orang-orang di zaman sekarang bisa membangunnya kembali.

wpid-p_20151018_130736.jpg
Banyak yang masih duduk di atas menhir padahal sudah ada larangannya
p_20151018_131239.jpg
Papan anjuran yang sekadar anjuran

Oke, mari kita abaikan sejenak perihal membludaknya orang-orang yang datang, tapi memang harus saya akui kalau Gunung Padang ini adalah sesuatu yang magis dan luar biasa. Situs ini memang punya paket lengkap : suasananya enak, pemandangan sekitar bagus, penduduknya sekitar situs cukup ramah, dan ada petugas yang siap membantu menjelaskan perihal situs.

wpid-p_20151018_130817.jpg
Cakep, kan.
wpid-p_20151018_131428.jpg
Banyak tanaman yang tumbuh. Salah satunya ini
wpid-p_20151018_141021_1_p.jpg
Ada lubang yang khusus untuk menancapkan batu
wpid-p_20151018_131433.jpg
Batu yang kuning itu dulunya jadi tempat sesajian (kalau tidak salah ingat)
wpid-p_20151018_131212.jpg
Tumpukan menhir
wpid-p_20151018_130813.jpg
Pagar pembatas
p_20151018_132224.jpg
Ada bendera merah putih

Di sana saya bertemu dengan Abah Dedy, salah satu pengelola Situs Gunung Padang. Beliau menggunakan ID Card yang dicangklongkan di sakunya bertuliskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat rombongan kami dari Tukang Jalan datang, beliau bercerita tentang banyak hal perihal Situs Gunung Padang. Tentang sisi batu berjumlah lima, lokasi situs diapit oleh lima gunung, dan ada lima tingkatannya. Semua serba lima. Selain itu, tempat ini ternyata juga pernah digunakan oleh Soekarno untuk bertapa dan konon melahirkan Pancasila yang berjumlah lima sila.

p_20151018_134955_1_p.jpg
Ini Abah Dedy beserta pengeras suaranya
p_20151018_135512_1_p.jpg
Ada banyak petugas berseragam Pengelola Situs Gunung Padang yang bisa dijumpai

Beliau ternyata juga sudah mengabdi selama 20 tahun dan dengan bersemangat menjelaskan berbagai sisi dan cerita misteri dari Gunung Padang itu sendiri.

Sambil memegang pengeras suara, beliau menceritakan bahwa tempat yang kami duduki dulunya adalah sebuah keraton dan Prabu Siliwangi sempat bertahta di sana. Di antara menhir-menhir itu ada yang berfungsi sebagai panggung, tempat perjamuan makanan bahkan alat musik, karena mempunyai ‘nada’ saat dipukul.

Beliau juga menerangkan di situs ini pula, ilmu astrologi dan astronomi berkembang. Bahkan ada sebuah tempat untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.

wpid-p_20151018_141514_p.jpg
Kalau tidak salah ini tempatnya

Oiya, Gunung Padang yang kami lihat kemarin itu hanya sebagian kecil dari bagian Gunung Padang itu sendiri. Konon, bila digali lagi Situs Gunung Padang besarnya 3 kali lebih besar daripada Candi Borobudur. Namun, sayangnya ketika diadakan perluasan, selalu ada saja halangannya, seakan-akan ada ‘penghuni lain’ yang tidak menyukai hal itu. Akhirnya, hanya sebagian kecil yang bisa dilihat. Percaya atau tidak, tapi begitulah ceritanya. 🙂

p_20151018_131922.jpg
Biar ngeheitz…

Ada bagian menarik dari Situs Gunung Padang yang berhasil saya tangkap, yaitu satu pohon yang batangnya berwarna berbeda. Warna kedua batang pohon hitam dan putih, yang menurut pengelola situs dapat diibaratkan sebagai sebuah keseimbangan atau mungkin kita kenal sebagai Yin Yang. Mungkin  itu juga menandakan titik tengah dari situs yang kami lihat.

p_20151018_132358.jpg
Ini dia

Itu tadi sedikit cerita saya tentang perjalanan ke Gunung Padang bersama Tukang Jalan. Cerita Mput soal trip kami kali ini, bisa kalian baca di sini.

p_20151018_133437_1_bf_p.jpg
Selfie dulu

Sementara kalau ingin tahu soal trip apa saja yang diadakan oleh Tukang Jalan, bisa dicek di akun media sosial mereka :

FB : https://www.facebook.com/TukangJalanIndonesia
Fanpage : https://www.facebook.com/TukangJalanID
Group : https://www.facebook.com/groups/TukangJalanID/
Twitter : https://twitter.com/Tukang_Jalan
Instagram : tukang_jalan

Advertisements

2 thoughts on “Ke Gunung Padang sama Tukang Jalan

  1. Situs ini memang masih misteri. Saya sudah baca buku Misteri Gunung Padang yang ditulis seorang arkeolog UI, yang sekaligus menjadi ketua tim ekskavasi situs ini. Kesimpulannya, jika benar-benar terkuak, bisa menggemparkan dunia dan mematahkan berbagai teori-teori tentang peradaban tertua, termasuk ukuran luasan situs yang lebih luas dari Borobudur. Di sisi lain, ironi, lagi-lagi kendala biaya dan teknis lainnya, menghambat proses ekskavasi itu sendiri. Dan pembukaan situs yang terlalu dini untuk masyarakat akhirnya timbul pro kontra, seperti kurangnya wisatawan yang beredukasi. Saya khawatir, batu-batu cantik itu rawan tercoret aksi vandalisme, wong larangan dinaiki aja dilanggar.

    Semoga bisa segera terkuak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s