Kemarin akhirnya saya menyentuh angka 25 tahun, yang katanya adalah usia ‘kematangan’ seseorang. Tidak banyak ucapan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya, karena memang saya tidak ingin orang-orang mengingat tanggal lahir saya berdasarkan pengingat yang ada di media sosial hingga saya menyembunyikan tanggal lahir saya.

Sombong sekali, ya. Tapi begitulah yang membuat saya nyaman.

Kemarin, juga tidak ada tiup lilin. Tidak ada perayaan layaknya pesta ulang tahun biasanya dirayakan. Saya menghabiskan waktu sendiri, berjalan-jalan di daerah Cikini.

p_20160426_190653_hdr.jpg
Perayaan ulang tahun bersama adek

Awal mula ingin menonton pertunjukkan di Planetarium, tapi karena malas mengantre dan harus menunggu kurang lebih satu setengah jam sampai loket dibuka, akhirnya saya memilih untuk ke TIM XXI dan menonton X-men: Apocalypse.

Sehabis menonton, masih di kawasan TIM, saya menelepon Mama karena dia sempat meninggalkan tiga misscall di nomor saya. Sambil memandang langit sore yang sudah lama tidak saya lihat, Mama menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan menanyakan apa yang saya inginkan.

Nggak ada. Aku nggak mau apa-apa.

Masa? Ya, udah. Mama doain supaya kamu cepet dapet jodoh, ya.

Sigh. Jodoh lagi. Pernikahan lagi. Seakan-akan hidup hanya bergelut pada dua hal itu. I’m getting sick about marriage things…

Setelah selesai menelepon, saya tidak langsung pulang, malah melipir sebentar ke Cheese Cake  Factory dan menghibur diri dengan makanan manis yang ternyata dibalas oleh tubuh dengan pusing dan mual setelahnya. Hahaha…. Untunglah ini rekreasional.

image
Salam dari Salted Caramel Cheesecake

***

Beberapa hari sebelum itu, saya diajak Danis untuk makan di salah satu restorang Padang di daerah Bendungan Hilir. Ketika kami menyantap makanan masing-masing, saya melihat salah satu seorang karyawan sedang sibuk memasangkan spanduk yang bertuliskan keterangan tentang jam buka toko saat puasa.

Wah, udah dipasang aja pengumuman puasa, celetuk saya.

Ya, kan puasa tinggal beberapa hari lagi, Bel, balas Danis.

Hm… Iya, kalo misalnya sampe pas puasa. Kalo misalnya nggak gimana? Kan, kita nggak tau besok ada apa nggak, bahkan beberapa jam lagi.

Kira-kira saya katakan demikian dan membuat Danis sedikit geram.

Heh, nggak boleh ngomong gitu.

He… Maaf…

Akhirnya kami tidak lagi membahasnya dan kembali menandaskan makanan yang dipesan.

Namun, hal itu masih mengganjal dalam diri saya sampai sekarang.

Apa kita selalu punya waktu untuk hal-hal yang kita yakini berada di masa yang akan datang?

***

Pernahkah kamu berada pada di satu titik di mana rasanya kamu menangis tanpa sebab hanya karena teringat tentang janji-janji yang orang lain ucapkan kepadamu sebelumnya? Saya sempat mengalaminya.

Saya lupa bagaimana ceritanya berawal. Ketika itu saya sedang naik sepeda, pergi ke luar untuk sebuah keperluan, lalu tiba-tiba saya mendengar suara-suara yang bermain dalam kepala. Suara-suara mereka.

Orang-orang yang pernah membuat janji, yang pernah mengisi hari, yang membuat patah hati, dan pernah berarti. Rekaman ulang adegan lampau itu membuat saya menangis dalam perjalanan hingga saya mengumpat berkali-kali hanya demi mengusirnya pergi. Tentu tidak berhasil.

Akhirnya sampai di rumah, saya langsung masuk ke dalam kamar, bersandar pada dinding, dan biarkan diri saya menangis hingga merasa lebih tenang bersama suara-suara itu.

Kebanyakan dari mereka yang pernah dekat itu, akhirnya meninggalkan saya. Menjadi pembenci atau kembali menjadi orang asing yang pura-pura tidak mengenal satu sama lain. Sisanya, dipanggil lebih dulu tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal karena masa hidup mereka sudah selesai.

Masih ingat cerita saya tentang Dwi? Ketika sedang berjalan sendiri atau ke tempat yang saya sukai, saya kembali teringatnya dan berkata dalam hati, “padahal aku belum ajak kamu ke sini, lho, Wi” atau ketika saya turun di Stasiun Sudirman, saya kembali mengingat sebuah momen bersamanya.

Di mana saya menemaninya naik commuterline Sudirman – Jatinegara dan dia turun di Tanah Abang, sementara saya turun di Jatinegara. Padahal hari sudah larut dan ternyata keretanya berhenti di beberapa stasiun sebelum tiba di stasiun akhir. Jadi dari penumpang ramai hingga sepi lagi. :))

***

Banyak peristiwa ini membuat saya berpikir tentang beberapa hal. Kematian itu memang sungguh dekat dan kita tidak akan pernah tahu sampai kapan masa hidup tersebut berakhir. Ngomong-ngomong, saya selalu memimpikan untuk mati muda, seperti Ayah saya yang usianya hanya sampai di 49 tahun. Bukan berarti saya sudah mempunyai tabungan amal yang cukup hingga ingin meninggal muda, tidak seperti itu.

Saya sebenarnya tidak punya alasan spesifik tentang ini, hanya saja rasanya siap tidak siap, kita harus menerima dan meyakini bahwa kematian itu akan datang. Cepat atau lambat. Mendengar kematian orang lain ataupun menanti kematian kita sendiri.

Memento mori – Remember that you have to die

Kemudian, saya kerap bertanya-tanya,

Apa yang orang pikirkan tentang saya kalau sudah tiada?

Saya bukan orang baik-baik yang mungkin seperti orang-orang kira. Percayalah saya tidak sebaik itu dan banyak rahasia yang saya simpan sendiri. 🙂

Saya sendiri hanya berusaha untuk memberikan kenangan-kenangan baik untuk semua orang yang mengenal dan bersinggungan dengan saya. Maka, bila nantinya saya benar-benar tiada, hal-hal yang mereka ingat adalah hal-hal baik. Bukan sesuatu yang buruk.

Namun, bila pada kenangan mereka terhadap saya adalah sesuatu yang tidak baik, semoga saja tidak mengubah persepsi orang lain tentang diri saya. Tabik…

inspirational-death-quote-683x1024
Sumber: http://www.nursebuff.com/
Advertisements

3 thoughts on “Apa yang akan Orang Kenang Ketika Saya Meninggal Nanti?

  1. Thanks mba atas “tamparan”nya, selama ini banyak manusia termasuk saya, merasa di bumi ini adalah tempat kita selamanya. Padahal, kita hanya “pelancong”. Btw, happy birthday ya mba, barokah di sisa umurnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s