Seakan menjadi ritual sendiri, beberapa hari setelah saya berulang tahun di akhir Bulan Mei (tepatnya tanggal 31 Mei, ya), saya selalu menuliskan sebuah catatan di dalam blog. Ya, meski nggak setiap tahun juga saya tulis, tapi ada beberapa tautan tentang perayaan ulang tahun:

Ulang tahun ke-20 (Tahun 2011)

Ulang tahun ke-24 (Tahun 2015)

Ulang tahun ke-25 (Tahun 2016)

Tahun ini saya bertambah usia lagi yang ke-26 tahun. Usia yang begitulah pokoknya. Hari-hari pergantian usia saya lewati dengan bekerja seperti biasa. Duduk manis di meja kerja, mengerjakan tugas seperti hari-hari sebelumnya, dan tidak mengharapkan kejutan atau ucapan dari teman-teman kantor. Kalau yang terakhir bohong sih, soalnya salah satu teman kantor saya mengucapkan ulang tahun secara langsung kepada saya dan tangis pun pecah karena terharu sekaligus senang. Terima kasih, Erna!

*

Terbiasa merayakan hari ulang tahun sejak kecil yang semakin lama makin biasa saja ketika beranjak dewasa, membuat saya sebenarnya harus sadar diri. Tidak perlu terlalu banyak berharap pada orang lain memberikan hadiah atau sekadar mengucapkan selamat ulang tahun tepat di tanggal 31 Mei. Namun, ya, sekali lagi saya kebanyakan berharap.

Di hari berikutnya, ucapan-ucapan selamat ulang tahun mulai agak sedikit ramai karena kebetulan ada dua orang yang berulang tahun di tanggal 1 Juni yang bertepatan juga dengan Hari Lahirnya Pancasila. Hanya saja tetap saja itu sudah terlambat, kan, saya ulang tahun di hari sebelumnya.

Doa-doa baik mulai berdatangan, saya pun mengaminkan semua dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah mengingatnya. Hehehe..

Di antara banyak doa yang diucapkan atau dituliskan melalui teks lewat Whatsapp atau medium lain, menariknya adalah saya banyak mendapatkan doa untuk segera menikah.

Ya, menikah.

Pembahasan yang tidak pernah ada habisnya sejak saya memasuki usia 20-an. Saya hanya bisa tersenyum saja ketika ada yang mendoakan supaya saya segera menikah. Bisa jadi karena lingkungan kerja saya hampir setahun terakhir ini dipenuhi oleh orang-orang yang sudah melepaskan masa lajang dan memiliki keluarga kecil. Saya juga masih ingat ada sebuah celetukan dari teman saya.

Dia bertanya kapan saya akan menikah dengan kekasih (jika nantinya kami memang ditakdirkan berjodoh dan sampai ke jenjang sana) dan saya jawab, “Ya, liat aja nanti.”

“Kamu mah orientasinya cuma buat pacaran. Bukan buat nikah.”

Lagi-lagi saya hanya tersenyum. Pertanyaan kapan nikah ini yang awalnya terasa menganggu di telinga, lama-lama jadi terbiasa juga. Memang ada yang salah kalau saya belum tahu kapan saya akan menikah? Toh, kalaupun saya menikah, yang nantinya akan membiayai pernikahan kami juga dari biaya pribadi, tidak membawa orang-orang yang menanyakan hal tersebut.

Dan sialnya (sebenarnya saya tidak menemukan kata yang lebih sopan selain kata ‘sial’), banyak teman-teman sebaya bahkan yang usianya terpaut satu-dua tahun, sudah menikah kemudian menjadi orang tua muda. Wah, saya semakin dikucilkan saja. Hahaha… *kalau ini lebay

*

Saya mau menikah, tentu. Cuma banyak pertimbangan yang harus saya pikirkan, seperti kematangan mental dan kesiapan saya ketika menghadapi orang yang sama sepanjang hidup setelah ijab kabul terjadi. Nah, itu yang sampai sekarang belum terbayang oleh saya.

Saya ingin menikah ketika saya siap.

Saya ingin menikah ketika saya sudah yakin dan mantap dengan pilihan saya, termasuk dalam pasangan hidup saya kelak.

Ketika saya menjalani pernikahan, hingga menjadi orang tua misalnya, saya ingin menjadi orang tua yang belajar, bukan hanya sekadar orang tua yang mengikuti apa kata orang-orang terdahulu tanpa kroscek lebih jauh.

Saya ingin saat menjadi orang tua, anak saya mendapat bekal serta pendidikan yang baik. Bukan hanya sekadar menjawab pertanyaan orang-orang, “Kapan punya anak?’

Meski orang-orang tidak tahu, saya berusaha untuk menuju ke arah sana dan menjadi orang yang tidak terlalu menyebalkan.

 

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Banyak Teman Menikah dan Jadi Orang Tua (Realita Memasuki Usia 26 Tahun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s