Hai hallo… Apa kabar?Gimana kondisi kalian di tengah pandemi saat ini? Setelah beberapa bulan semedi, ya, sesekali saya jalan pagi atau sekadar belanja mingguan, rasanya bosan juga.

Tapi ngeliat banyak orang-orang yang enggak acuh, masih bisa kumpul-kumpul sama temennya di luar rumah, nongkrong di kafe saat kondisi kayak gini, rasanya makin enggak pengin keluar rumah.

Meme buat kaum itu

Iya, saya takut. Bukan cuma takut tertular, tapi juga khawatir kalau saya mungkin carrier atau OTG (Orang Tanpa Gejala) walaupun ngerasa baik-baik saja. Saya sendiri sebisa mungkin selalu mengikuti protokol kesehatan, kayak pakai masker, menghindari kerumunan, menggunakan pakaian tertutup, dan langsung mandi selesai keluar rumah. Terus, supaya ada kesibukan di rumah aja selain ngonten, skrol-skrol media sosial, atau main shopee tanam, saya nyoba menggeluti hobi lama yang udah lama ditinggalin, yaitu masak.

Mungkin banyak yang enggak percaya saya bisa masak, apalagi kalau liat persona di media sosial selama ini. Tapi percaya deh, dulu waktu kuliah saya suka banget masak.

Kebetulan ada dapur di kos, teman-teman kos yang pintar masak, dan tentunya biar mengesankan mantan pacar dengan hasil masakan. *niat yang sungguh cetek

Mama sendiri bolak-balik bertanya kenapa saya enggak pernah masak lagi sejak kerja. Alasan yang sering disampein yaitu capek, malas beres-beres dapur, clueless sama bumbu dapur, dan terakhir ya karena enggak ada motivasi. Hahahaha…

Sampai gara-gara pandemi ini, saya kembali lagi ke dapur. Tsailah… Enggak tau kenapa, tiba-tiba keinginan masak timbul gitu aja. Mungkin karena liat postingan orang-orang yang jadi ulik-ulik resep dan hashtag #masakdemikonten sehingga bikin jiwa kompetitif saya membuncah. Jadi, sejak pertengahan puasa, saya mulai rutin masak lagi. Setelah kurang lebih hampir 6 tahun jarang masak.

Awalnya masakannya pun sederhana aja, kayak oseng-oseng, sayur bayam, tumis brokoli, gitu aja. Lalu, merambah menonton youtube untuk mencari resep, belanja ke tukang sayur yang lewat di kompleks perumahan sambil jalan pagi, sampai kemudian mencatat menu-menu yang pernah dan mau dibuat di notes biar enggak lupa.

Oiya, bahkan saya bikin folder khusus di ponsel dengan foto hasil masak-masakan. Biar makin semangat gitu, lho.

Setelah dilihat-lihat, kira-kira sudah lebih dari 20 menu masakan yang pernah dibuat, kebanyakan makanan berat dan khas Indonesia. Waw… sebuah kebanggaan tersendiri. Karena saya pengin jemawa dan biar hasil masakannya makin banyak dilihat orang-orang, izinkan mengunggahnya di sini juga, ya.

Alhamdulillah walaupun belanja sendiri, masak sendiri, motong-motong bumbu sendiri, dan dapur selalu kotor setiap abis masak (karena saya masak sangat heboh), tapi banyak yang bilang kalau masakannya enak. Termasuk adek saya yang paling kecil selalu lahap untuk menghabiskan apa yang saya masakkan.

Pernah gagal? Ya, pernah. Waktu bikin fuyunghai.

Karena kompor di rumah terlalu canggih sehingga saya kesulitan untuk mengatur tingkat api (?) jadi telurnya gosong terus isiannya keluar semua. Hahaha sebel banget. Saking keselnya, hasilnya enggak saya foto, padahal bumbu sambalnya udah enak banget.

Terus berbeda dari orang-orang yang punya takaran, saya selalu mengandalkan feeling. Misalnya bawang merah dan bawang putih harus ganjil. Pakai bumbu-bumbu secukupnya, bukan satu sendok teh, sendok makan, atau secentong sekalipun.

Beneran asal tapi ya enak untungnya.

Saya juga lagi seneng-senengnya kirim masakan ke teman-teman dekat, karena ngerasa lebih dihargain aja dibanding sama keluarga sendiri.

Dapet ucapan makasih karena udah dikirimin makanan, terus dikomentarin enak, bikin hati saya langsung penuh. Rasa capek dan uang yang harus dikeluarin buat ngirim gosend terasa sebanding sama itu semua.

Kalau ditanya sampai kapan saya bakal terus masak, saya juga enggak tau. Sejauh ini, masaklah yang tetep menjaga saya dari kewarasan. Karena saya lagi super malas membaca, menulis, dan enggak ada niat untuk memulai berkebun.

Kira-kira ada yang mau nyicip enggak, ya?

One thought on “#MasakDemiKonten Belajar Masak Saat Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s