Beberapa tahun lalu, saya sering sekali mengalami mimpi buruk. Dari semua yang paling teringat dan begitu membekas adalah saya merasa “dibisikin” oleh atasan saya,

“Bell… Bell… Bell…”

Hingga saya langsung bangun terduduk, jantung berdegup sangat cepat, dan tentu sangat shock. Ajegile, pikir saya kala itu. Bahkan di mimpi pun saya dihantui oleh beliau. ( -_-)/|dedikasipekerjaan|

Ajaibnya, ketika saya sudah tidak lagi bekerja dan ketemu atasan setiap hari, saya bisa menjalani kehidupan yang normal dan biasa aja. Sudah jarang mimpi buruk atau yang aneh-aneh. Syukur semua berhasil dilewati karena mental yang sempat terpuruk sampai harus berkonsultasi ke psikolog.

Lalu saat pandemi, di mana waktu luang semakin banyak, saya mencoba mempelajari soal jurnal mimpi. Di mana, saya berusaha mengingat lagi mimpi yang dialami semalam lalu mencatatnya di jurnal khusus dengan tulisan tangan.

Saya mencatat tidak setiap hari, karena saya sendiri juga jarang bermimpi (atau tidak ingat sama sekali) tapi terkadang saya selalu bermimpi bertemu orang yang sama. Di tempat dan kejadian yang berbeda. Kadang hanya berdua, sisanya bertemu dengan orang lain seperti adik atau teman terdekat. Sesekali mimpi yang cukup absurd dan agak seram kayak contoh di atas.

Kemudian saking penasarannya, saya sempat menceritakan soal jurnal mimpi ke salah satu teman saya dan begini katanya,

Menurut Carl Jung (dia yang menyarankan nulis jurnal mimpi) mimpi adalah cara our unconsciousness ngobrol sama kita. Our unconsciousness ngobrol sama kita lewat simbol-simbol di dalam mimpi.

Masih mengutip dari yang ia katakan, ketika kita memimpikan seseorang, mereka sebenarnya itu adalah representasi dari alam bawah sadar. Seandainya bermimpi bertemu laki-laki, ia adalah animus (sifat pria yang hadir dalam bawah-sadar) dari diri kita. Sementara jika bermimpi bertemu perempuan, bisa jadi ia adalah shadow, ada bagian tertentu yang kita reject keberadaannya. Ia bahkan menyuruh saya mencatat secara detail, seperti apa ekspresinya, wajahnya, pakaiannya, dan segala sesuatu yang dilihat dalam mimpi tersebut.

Bagi sebagian orang mungkin terdengar aneh dan tidak masuk akal, ya. Tapi bagi saya pribadi, hal ini sangat terdengar mungkin. Apalagi setelah rutin mencatat di jurnal mimpi, perasaan jauh lebih lega dan tenang.

Kamu sendiri apakah tertarik membuat jurnal mimpi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s