Tahun 2020 rasanya berjalan seperti hari-hari biasa. Kayak udah enggak terasa lagi yang namanya akhir pekan atau hari libur nasional karena semua aktivitas masih terus berada di rumah. Bahkan sampai saya sendiri bingung harus menuliskan apa dalam blog ini karena rutinitas yang begitu-begitu aja dan rasanya enggak menarik buat dibahas. Jadi setelah ‘hilang’ selama beberapa bulan, saya mau update kehidupan sedikit, ya.

Bulan September kemarin, akhirnya saya menikah. Karena ada beberapa sebab dan lain hal (salah satunya keinginan Mama yang ingin kami segera menikah), pernikahan yang rencananya ingin diadakan di bulan Desember, bertepatan dengan tanggal pernikahan Mama dan almarhum Papa, terpaksa dimajukan ke bulan sembilan. Bisa dibilang proses yang sangat cepat tapi untungnya berjalan lancar.

*

Lalu pascamenikah, tepatnya dua minggu kemudian, saya merasakan ada perubahan dalam tubuh layaknya ibu hamil. Perut keram, gampang lelah, sering buang air kecil, mengalami mual-muntah, bahkan sampai enggak kuat mencium bau yang begitu menyengat. Saya pernah ‘mabuk’ saat diajak adek dan suami ke salah satu food court di Bekasi karena mencium banyak aroma masakan sampai akhirnya harus menunggu di mobil dan rela menahan mual dengan bau makanan yang kami beli selama dalam perjalanan pulang.

Saat itu saya yakin kalau saya HAMIL.

Apalagi dengan ‘pengalaman’ menulis copytext yang berkaitan seputar kehamilan, lalu sahabat-sahabat terdekat yang langsung diberikan momongan enggak lama setelah menikah, keyakinan itu semakin lama semakin kuat. Akhirnya, saya suka refleks mengelus-elus perut padahal saat itu kami belum membeli test pack karena mau menunggu dua minggu lagi, sambil membayangkan apa yang terjadi kalau saya beneran hamil.

Selama itu pula, kami juga masih sama-sama beradaptasi dengan kebiasaan baru masing-masing, di mana yang dulunya tinggal terpisah dan sekarang hanya tinggal berdua di bawah atap yang sama. Seminggu setelahnya, mual-muntah masih saya alami, tapi badan udah enggak terlalu lemas jadi saya bisa ngelakuin aktivitas kayak biasa walaupun agak lebih berhati-hati.

Enggak cuma itu, saya juga udah mulai jemawa ke dua orang sahabat saya yang mantan bumil (alias udah punya bayi) kalau rasanya saya mulai ngerasain tanda kehamilan. Akan tetapi mereka berdua bilang, tanda kehamilan yang baru benar-benar dirasain adalah waktu keluar flek kehamilan yang enggak saya rasain.

*

Tanggal 6 Oktober 2020

Bertepatan dengan sebulan kami menikah, akhirnya saya memakai test pack untuk pertama kalinya. Setelah menunggu beberapa detik, hasilnya pun keluar.

Hanya garis satu. NEGATIF.

Danis langsung memeluk saya dengan erat. Saya cuma bisa bengong. Test pack negatif itu buru-buru saya buang, enggak sempat didokumentasikan karena rasanya ternyata sangat perih walaupun dalam hati udah berusaha menerima apa pun hasilnya nanti. Ternyata kesedihan itu enggak bisa dibendung begitu aja. Sambil memeluk Danis, tangis saya akhirnya pecah.

Setelah mencari tau, ternyata apa yang saya alami rupanya hamil palsu. Penjelasan singkatnya adalah sebuah kondisi di mana seorang ibu merasakan gejala kehamilan tapi enggak ada janin yang berkembang. Ternyata hal ini berkaitan sama psikis ibu yang pengen sekali hamil.

Kayak saya.

*

Sekarang kondisi saya sudah agak membaik, meskipun kadang-kadang suka menangis tiba-tiba kalau melihat ibu-ibu hamil di explore Instagram atau berita kehamilan dari teman-teman yang saya kenal. Tapi kali ini saya berusaha legowo, memasrahkan saja semua. Test pack negatif yang kemarin itu mungkin jadi yang pertama tapi juga belum tentu yang terakhir. Sejak awal menikah, kami berdua juga udah bersepakat enggak akan menunda rencana kehamilan. Jadi siapapun yang membaca tulisan ini, doakan yang terbaik buat kami berdua, ya.

Kasih foto pas tunangan aja ya

2 thoughts on “Catatan Sebulan Menikah: Adaptasi Baru dan Kehamilan Palsu

  1. Selamat menikah Bellaaaaaaa….
    Akur-akur selalu yaaaa.

    *puk puk Bella sambil pegangan tangan* ya I feel you, kepalsuan yang bikin panik hehehe.

  2. Selamat bergandengan tangan selamanya Bella dan Danis 🥰🥰
    Aku juga pernah merasakan itu tapi belum sampai tespek eh tau-tau mens :’) hehe sedih tapi yaa pasti akan dikasih di waktu yang paling baik 🤗🤗
    Semoga dimudahkan kesabaran dalam tiap perjalanannya 😘😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s